10 Hal Penting tentang Seleksi Penulis Buku Badan Bahasa

10 Hal Penting tentang Seleksi Penulis Buku Badan Bahasa

Nulix.id | Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (Badan Bahasa) baru saja mengumumkan Seleksi Penulis Buku Bacaan Literasi untuk Tahun 2019. Ini peluang bagi para penulis buku bacaan anak untuk menambah portofolio karyanya.

Pengumuman lengkapnya dapat Anda baca di sini.

 

Sumber: Badan Bahasa

 

Jika Anda ingin mengikuti seleksi penulis ini dan berniat dapat lolos, beberapa informasi dan kiat berikut ini mungkin dapat membantu. Apalagi, jika ini merupakan ikhtiar pertama Anda mengikuti sayembara atau seleksi sebagai penulis buku di lembaga pemerintah. Selain poster pengumuman tersebut (Badan Bahasa menyebutnya infografik), Anda juga dapat mengunduh petunjuk teknis (juknis) tentang seleksi di sini:

 

>> Juknis Seleksi Penulis <<

 

Sumber: Shutterstock.

Berikut ini adalah 10 informasi plus tip yang perlu Anda ketahui untuk mengikuti Seleksi Penulis Buku Bacaan Literasi dari Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

#1 – Pengalaman Menulis Buku Anak

Badan Bahasa tampaknya tidak ingin menerima penulis yang belum pernah menulis buku anak sama sekali. Karena itu, muncul syarat pernah menulis buku anak untuk jenjang PAUD (4 s.d. 6 tahun) atau SD kelas rendah (7 s.d. 9 tahun). Buku yang sudah diterbitkan itu harus dikirimkan bukti fisiknya dan cukup satu eksemplar. Buku itu tidak dikembalikan dan menjadi milik Badan Bahasa untuk disumbangkan.

Jangan pernah mencoba ikut seleksi jika belum menghasilkan karya buku anak, Anda pasti langsung ditolak.

#2 – Jenis (Konsep) Buku yang Diterima

Seleksi ini diperuntukkan bagi para penulis buku anak jenjang PAUD dan SD kelas rendah (1, 2, dan 3). Artinya, buku-buku yang diterima adalah buku yang sesuai untuk penggolongan usia tersebut, yaitu buku bergambar minikata (wordless picture book), buku bergambar (picture book), dan buku novel awal (first novel/chapter book)—tampaknya tidak termasuk komik. Jenis buku ini nanti perlu Anda sampaikan saat membuat ringkasan naskah buku.

Pada jenis terakhir, novel awal (first novel), jumlah teks akan lebih banyak dibandingkan buku bergambar untuk PAUD. Anda dapat mengirimkan lebih dari satu konsep buku.

#3 – Genre Buku

Genre buku yang diterima adalah fiksi dan nonfiksi. Jika merujuk pada klasifikasi buku dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk), buku bacaan yang dibuat dapat berupa buku pengayaan pengetahuan, pengayaan keterampilan, dan pengayaan kepribadian. Perlu Anda ketahui bahwa buku-buku yang dibuat ini nantinya akan dinilai kelayakan penggunaannya oleh Puskurbuk sehingga mendapatkan SK Mendikbud.

#4 – Tema Buku

Badan Bahasa akan menjaring 12 tema buku yang ditargetkan menjadi 170 judul buku. Tidak ada keterangan tentang kuantitas judul per tema. Selain tema, para penulis juga harus memfokuskan pembangunan karakter pada pembaca sasaran melalui buku. Berikut ini ke-12 tema dan fokus karakter:

(1) Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan
Fokus karakter: peduli lingkungan, disiplin, dan tanggung jawab

(2) Arsitektur Tradisional
Fokus karakter: rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, dan kreatif

(3) Aktivitas Ekonomi Kreatif
Fokus karakter: kreatif, kerja keras, dan rasa ingin tahu

(4) Diversifikasi Pangan dan Tradisi Kuliner
Fokus karakter: cinta tanah air, mandiri, dan kreatif

(5) Lanskap Perubahan Sosial Masyarakat Perdesaan dan Perkotaan
Fokus karakter: peduli sosial, peduli lingkungan, dan rasa ingin tahu

(6) Bahasa dan Sastra Indonesia
Fokus karakter: gemar membaca, komunikatif, dan semangat kebangsaan

(7) Toleransi dan Kebinekaan
Fokus karakter: toleran, cinta damai, dan demokratis

(8) Kebencanaan
Fokus karakter: peduli sosial, peduli lingkungan, dan bertanggung jawab

(9) Kesenian
Fokus karakter: menghargai prestasi, kreatif, dan cinta tanah air

(10) Kecakapan Hidup
Fokus karakter: jujur, mandiri, dan religius

(11) Antikorupsi
Fokus karakter: jujur, religius, dan tanggungjawab

(12) Kemaritiman
Fokus karakter: cinta tanah air, ssemangat kebangsaan, dan kerja keras

Kalau melihat temanya, sebenarnya ada beberapa yang agak “mengerikan” untuk PAUD atau SD kelas rendah. Namun, mungkin panitia sudah mempertimbangkannya masak-masak. Tentu tema-tema ini sebentuk tantangan yang asyik saja untuk dielaborasi menjadi buku anak.

#5 – Hal-Hal Terlarang

Sebagaimana penilaian buku yang lazim dilakukan, hal berikut sangat terlarang apabila nanti penulis akan menyiapkan naskahnya. Seperti yang disampaikan bahwa pada tahap seleksi, penulis hanya menyerahkan ringkasan naskah sehingga hal-hal terlarang berikut ini tidak akan terdeteksi. Namun, jika Anda nanti menulis naskah, hal-hal terlarang harus dihindarkan kalau tidak ingin naskah Anda ditolak atau Anda didiskualifikasi sebagai penulis buku bacaan literasi.

Hal terlarang adalah sebagai berikut:

  1. hasil plagiat;
  2. mengandung pornografi;
  3. mengandung ujaran kebencian, propaganda, dan (penonjolan) merek produk;
  4. mengandung bias gender; dan
  5. mengandung materi politik praktis dan penistaan SARA.

#6 – Ringkasan Naskah Buku

Anda hanya diminta membuat satu halaman ringkasan naskah buku di kertas A4 (margin 2 cm kiri-kanan-atas-bawah) dengan huruf berukuran 12 pt. Pada ringkasan naskah harus tercantum judul, tema, fokus karakter, dan nama penulis. Ringkasan itu lebih kurang sepanjang 300 kata. Jika itu karya fiksi, jangan lupa untuk menyebutkan dan menjelaskan secara ringkas tokoh utama dan tokoh pendamping di dalam cerita.

Hal lain yang perlu tercantum di dalam ringkasan naskah, yaitu

  1. pembaca sasaran buku (sebutkan usianya);
  2. keunggulan buku (diperinci); dan
  3. tujuan penulisan naskah buku.

Jadi, jika Anda menyusun 3-4 paragraf ringkasan naskah, gunakan satu paragraf untuk menyebutkan pembaca sasaran, keunggulan buku, dan tujuan penulisan naskah buku. Adapun 2 atau 3 paragraf lain menjelaskan isi buku secara ringkas, baik itu pembagian bab/materi (nonfiksi) maupun jalan cerita (sinopsis dalam fiksi). Ide segar Anda harus terlihat mantap.

#7 – Ilustrasi Buku

Sesuai dengan jenis yang akan dibuat (buku bergambar minikata, buku bergambar, dan buku novel awal) jelas bahwa semua buku memerlukan ilustrasi. Karena itu, penulis yang dipersyaratkan adalah juga seorang ilustrator. Jika penulis bukan ilustrator, ia dapat bekerja sama dengan seorang ilustrator.

Anda dapat bekerja sama menggandeng ilustrator yang sudah terbiasa membuat ilustrasi buku anak. Imbalan yang disediakan oleh Badan Bahasa adalah Rp12,5 juta per buku (belum dipotong pajak). Jika Anda bernegosiasi dengan ilustrator, pertimbangkan porsi gagasannya. Artinya, Anda dapat membagi honor itu secara proporsional dengan persentase.

Ilustrator harus menyertakan contoh gambar yang dibuatnya serta formulir identitas lengkap seperti halnya penulis yang dilakukan saat pendaftaran seleksi. Jadi, penulis dan ilustrator sekaligus mendaftar pada saat ikut seleksi.

Buatlah ilustrasi yang berwarna, baik secara manual maupun digital. Ada baiknya contoh ilustrasi menggambarkan salah satu peristiwa di dalam buku.

Penggunaan ilustrasi dan ilustrator menandakan bahwa buku tidak dapat menggunakan gambar dalam bentuk foto atau foto yang dibuat ulang dengan cara olah digital.

#8 – Tokoh Cerita di Dalam Buku

Perhatikan bahwa hanya buku PAUD yang boleh menggunakan tokoh cerita di luar manusia, yaitu binatang, tumbuhan, atau benda mati yang seolah-olah hidup dan berperilaku layaknya manusia. Adapun buku untuk anak SD hanya tokoh manusia yang dapat diterima. Anak-anak PAUD masih memiliki sifat antropomorfistis yaitu imajinasi luar biasa yang kadang menempatkan semua benda itu bernyawa seperti manusia.

Di dalam cerita harus terdapat unsur intrinsik selain tokoh, yaitu latar/setting (baik waktu maupun tempat) dan alur/plot. Alur cerita dibuat sederhana dan usahakan untuk anak SD mengandung konflik yang tidak rumit.

#9 – Ketebalan Buku

Buku untuk anak PAUD secara ketebalan berkisar antara 8-16 halaman, sedangkan untuk anak SD kelas rendah berkisar 16-24 halaman. Buku selalu kelipatan 8 atau 16. Halaman itu biasanya sudah termasuk halaman awal buku, seperti halaman judul penuh, halaman daftar isi, dan halaman prakata. Khusus untuk buku fiksi biasanya tidak diperlukan halaman daftar isi dan halaman prakata.

Ketebalan buku juga sangat terkait dengan penggunaan bahasa yang terbatas pada buku anak, terutama buku PAUD. Buku PAUD pada satu halaman mungkin hanya terdapat satu atau sebaris kalimat dengan 2-4 kata, belum ada paragraf. Maksimal hanya ada tiga baris kalimat dalam satu halaman.

Ada baiknya penulis juga sudah membuat konsep buku dalam bentuk story board halaman per halaman. Nanti jika Anda terpilih, hal ini sangat membantu pengembangan gagasan dan eksekusi gagasan secara cepat, termasuk penempatan gambar dan kalimat.

#10 – Bereksperimen dengan Ide Segar

Janganlah Anda mengajukan gagasan usang soal buku anak, apalagi menempatkan buku anak untuk menjejalkan nasihat-nasihat orang dewasa. Program yang digagas Badan Bahasa ini terkait dengan Gerakan Literasi Nasional yaitu salah satunya menyediakan buku bacaan literasi yang menyenangkan bagi anak. Karena itu, mulailah bereksperimen dengan gagasan-gagasan yang segar, terutama dikaitkan dengan fenomena masa kini.

Sebagai anggota Panitia Penilaian Buku Nonteks Pelajaran (BNTP) di Puskurbuk, saya melihat secara dominan tema-tema yang diangkat di dalam buku-buku bacaan itu tidak menarik, monoton, dan jadul. Memang ada tema-tema keseharian yang disajikan lebih kreatif atau tema-tema imajinatif yang sangat menarik, tetapi jumlahnya minim sekali.

Jadi, kesempatan ini adalah tantangan bagi Anda untuk mulai berani bereksperimen dengan ide-ide segar. Sekali-sekali Anda perlu melihat-lihat katalog buku dari luar negeri yang idenya sangat bagus atau menstimulus ide dengan membaca buku-buku anak dari luar negeri.

 

Foto: Ben White/Unsplash

 

Ingat, pembaca sasaran yang akan Anda hadapi ini adalah dari Generasi Platinum yaitu generasi yang lahir setelah tahun 2010. Jadi, misalnya waktu membuat ilustrasi televisi, ingatkan ilustrator untuk tidak membuat ilustrasi TV tahun 1980-an yang masih pakai layar cembung dan ada dua antena menyembul dari belakang.[]

Leave a Reply

shares
INGIN BISA MENULIS BUKU?

INGIN BISA MENULIS BUKU?

Secara rutin, tim Nulix.id akan mengirimkan tip dan trik cara menulis buku yang baik dan benar. Anda cukup memasukkan alamat email ke dalam form di bawah ini. Tenang, kami adalah para profesional. Kami tidak akan menggunakan data Anda sembarangan.

You have Successfully Subscribed!