Melek Hak Cipta Turunan

hak cipta

Pernah dengar istilah ‘alih wahana’? Baru-baru ini sastrawan kawakan, Sapardi Djoko Damono, menerbitkan buku nonfiksi berjudul Alih Wahana (Gramedia). Di dalam bukunya, beliau menjelaskan istilah ‘alih wahana’ sebagai berikut. Alih wahana artinya pengubahan dari satu jenis kesenian ke jenis kesenian lain. Wahana berarti kendaraan, jadi alih wahana adalah proses pengalihan dari satu jenis ‘kendaraan’ ke … Read moreMelek Hak Cipta Turunan

Siapa Tertarik Menjadi Co-Author

Dalam acara bertajuk Gramedia Writers and Readers Forum, penulis pesohor, Tere Liye, menyatakan ia akan menulis novel bersama co-author. Bahkan, ia menyatakan hendak merekrut dan menyeleksi co-author untuk diajak bekerja sama. Tampaknya Tere Liye tengah menyiapkan energi lebih besar untuk menghasilkan novel-novel tebal nan laris. Apakah lazim menggunakan co-author dalam penulisan fiksi seperti novel? Lazim … Read moreSiapa Tertarik Menjadi Co-Author

Ketika Menulis Mengubah Hidup Saya

Menulis pada dasarnya ialah memberi setelah begitu banyak yang kita terima. Menulis pada ujungnya ialah melepaskan setelah begitu banyak yang kita tahan. Dua kejadian melatari perjalanan hari saya. Pertama, seseorang yang mengirim pesan via messenger FB. Ia langsung bertanya seperti berikut yang saya tulis apa adanya. Sebagai penulis… berapa kali anda pernah gagal? Jawaban saya: … Read moreKetika Menulis Mengubah Hidup Saya

Membedakan Antara Riset, Kajian, dan Studi

Sebuah pertanyaan mampir melalui pesan WA saya. Pertanyaannya: apa bedanya riset dan (peng)kajian? Saya menjawab itu sama dengan pertanyaan apa bedanya reviewer dan penelaah. Artinya, ya sama saja. Soal reviewer dan penelaah ini sempat termuat di dokumen resmi pemerintah yang dianggap sebagai dua subjek yang berbeda. Namun, tak jelas benar apa bedanya, selain yang satu bahasa Inggris dan satunya lagi bahasa … Read moreMembedakan Antara Riset, Kajian, dan Studi

Menantang Guru Menulis Buku

MESKIPUN ada penulis yang sudah berpengalaman mengatakan bahwa menulis buku itu gampang, pada kenyataannya tidaklah demikian. Tidaklah gampang jika diembel-embeli dengan tantangan menulis buku yang bermutu, apalagi harus laku. Menulis buku, baik fiksi maupun nonfiksi, sering saya katakan memerlukan napas panjang karena seorang penulis ditantang untuk menguraikan suatu topik secara lebih lengkap, bahkan lebih mendalam … Read moreMenantang Guru Menulis Buku

Tulisan sebagai Oleh-oleh Intelektual

Dahulu masih awal tahun 1990-an, saya beberapa kali mudik dari Bandung ke Medan menggunakan angkutan bus. Kala itu mudik dengan pesawat masih menjadi sebuah kemewahan. Dengan bus waktu tempuhnya mencapai tiga hari tiga malam. Apalagi, bus harus menyeberang antarpulau dari Merak ke Bakauheni dengan kapal ferry. Antreannya lumayan lama kala itu. Pernah juga suatu kali … Read moreTulisan sebagai Oleh-oleh Intelektual

7 Alasan untuk Self-Publishing

Jangan ragu untuk membiayai sendiri penerbitan buku Anda. Buktikan bahwa Anda mampu menulis dan menerbitkan buku sesuai dengan standar yang berlaku. Berikut ini adalah 7 alasan bagi Anda untuk memilih jalur penerbit­an mandiri bersama Nulix.id. 1. Waktu Penerbitan konvensional memerlukan waktu memutuskan penerbitan buku Anda. Jika naskah diterima, calon buku Anda akan masuk daftar antrean. … Read more7 Alasan untuk Self-Publishing